Susah Tidur pada Lansia

Susah Tidur pada Lansia – Orang yang memasuki usia lanjut biasanya sering mengalami masalah kesulitan tidur di malam hari. Padahal cukup tidur merupakan salah satu hal yang snagat penting untuk membantu memelihara kesehatan. Ketahuilah apa saja pemicu dari terjadinya masalah susah tidur pada lansia dan bagaimana cara untuk mengatasinya.

Kebutuhan dari tidur setiap orang biasanya berbeda, dan termasuk pada orang tua. Aada yang cukup tidur dalam waktu 6-8 jam dalam sehari dan ada juga yang cukup tidur selama 4-5 jam. Satu hal yang pasti adalah, kecukupan dari tidur orang tua akan semakin berkurang dibandingkan dengan mereka yang masih muda. Menurut salah satu pakar psikiatri, Anda disebut mengalami gangguan susah tidur jika disaat bangun pagi Anda merasa badan Anda kurang segar, mengalami kelelahan, dan juga masih mengantuk. Ini bukan soal dari jumlah jam tidur, namun bermasalah dari kualitas tidur. Jenis dari gangguan susah tidur itu sendiri bisa berbentuk dari kekurangan atau juga kelebihan tidur. Kriteria dari kualitas tidur yang baik adalah bangun dalam keadaan segar dan kemudian siangnya tidak merasa mengantuk.

Susah Tidur pada Lansia

Susah Tidur pada Lansia

Susah Tidur pada Lansia

Namun jika mereka sudah memasuki usia lanjut dan mengalami gejala tersebut maka sebaiknya jangan terlalu mudah dalam mendiagnosis diri mereka mengalami masalah susah tidur. Mengapa demikian? Hal ini disebabkan karena kebutuhan tidur dari lansia memang tidak sebanyak dulu lagi, dan tyerlebih jika sepanjang hari tidak adanya kegiatan atau aktivitas yang dilakukan. Selain itu, biasanya disaat mengalami susah tidur, lansia akan mengandalkan obat, padahal pada keadaan seperti ini obat biasanya tidak akan bisa menolong karena lansia biasanya sudah cukup istirahat di waktu siang hari. Atau bisa juga disebabkan karena dia tidur dalam waktu yang terlalu cepat dan pukul 7 malam sudah tidur. Jika kecukupan dari waktu tidurnya 7 jam, maka pukul 1 atau juga 2 pagi ia sudah bangun.

Gangguan Susah Tidur

Agar lebih rinci lagi para ahli menjelaskan jenis dari gangguan susah tidur pada lansia :

  1. Advanced Sleep phase
    Keadaan seperti ini biasanya terjadi disaat seseorang mengaku mereka sulit tidur di malam hari namun tanpa memperhatikan polanya. Pukul 7 malam sudah tidur, hal ini pada akhirnya mengakibatkan pukul 1 atau juga 2 pagi sudah bangun dan tidak bisa bangun lagi. Dampak dari hal tersebut adalah bahwa kualitas tidur menjadi menurun. Dan tidak jarang biasanya mereka juga akan meminta obat tidur. Padahal cara mengatasi yang baik adalah hanya dengan menggeser waktu tidur, kemudian mengatur kebiasaan tidur, dan juga menjalani terapi cahaya terang.
  2. Restless Leg syndrome
    keadaan seperti ini ditandai dengan sindrom tungkai gelisah. Hal ini biasanya berhubungan dengan penyakit syaraf degeneratif yang berhubungan dengan penyakit parkinson, penyakit demensia atau juga penyakit alzheimer. Namun tak jarang juga berhubungan dengan penyakit ginjal dan juga komplikasi akibat penyakit diabetes. Untuk sindrom yang satu ini biasanya gejala yang dirasakan adalah penderita akan ,erasakan sensasi yang terasa tidak nyaman pada kaki menjelang saat tidur, terasa linu, pegal, ngilu, panas atau juga dingin, kesemutan dan juga gatal-gata. Kemudian rasa tidak nyaman ini akan hilang dengan sendirinya jika dipijit, di gerak-digerakkan. Penanganan yang paling tepat adalah dengan pemberian obat-obatan, namun bukan pemberian obat tidur.
  3. Rem Behaviour disorder ata RBS
    Keadaa seperti ini biasanya ditandai semacam bergerak dalam tidur. Berbeda dengan sleepwalking atau juga sleeptalking yang biasanya banyak terjadi pada saat tahap tidur alam. RBS biasnaya terjadi pada tahap tidur REM atau mimpi, sehingga si penderita melakukan gerakan yang ada di dalam mimpi mereka. Yang menjadi masalah adalah mimpi si penderita RBS ini biasanya cenderung berhubungan dengan kekerasan sehingga ia bisa melukai dirinya sendiri atau juga melukai pasangan. Bayangkan jika ia bermimpi sedang diserang kemudian ia membalas dirinya dengan menendang.
  4. Apne tidur atau berhenti bernapas disaat sedang tidur
    Untuk mereka yang berusia lanjut, kejadiaan apnea tidur atau berhenti disaat sedang tidur disebabkan karena saluran napas yang semakin melemah, kolaps, dan pada akhirnya menutup jalan napas. Hal ini kemudian berakibat dengan aliran udara menjadi berhenti. Karena sesak napas, tanpa sadar pederita biasanya akan terbangun selama beberapa kali namun dengan tidak sengaja. Dan tidak heran jika di waktu pagi hari, mereka akan merasakan badan mereka dalam keadaan tidak segar dan akan terus mengantuk.

Diagnosis Susah Tidur

Lalu bagaimana mendiagnosis susah tidur pada lansia? Untuk mendiagnosis pasien maka biasanya mereka harus menjalani suatu pemeriksaan di laboratorium. Dan setelah itu, baru bisa diatasi lewat dari penggunaan alat bantu atau juga lewat pembedahan. Sebaiknya berhati-hati karena hal ini bisa mengakibatkan terjadinya penyakit hipertensi, penyakti diabetes, dan juga penyakit jantung sehingga pada akhirnya bisa mengalami penyakit stroke.

Pada lansia, biasanya mereka yang mengeluhkan masalah susah tidur harus menjalani suatu evaluasi pada pola tidurnya sehingga akan lebih mudah di analisis, apakah kondisi ini termasuk ke dalam gangguan susah tidur atau juga tidak.

Susah Tidur pada Lansia


=====================================

>>> Kapsul Herbal Susah Tidur Untuk Mengatasi Insomnia, Membantu Mengatasi Gejala Susah Tidur Sekaligus Mengatur Pola Tidur Yang Berkualitas, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in susah tidur and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *